Di Indonesia, berkulit putih dipandang sebagai norma kecantikan. Obsesi memiliki kulit putih membuat produk pemutih kulit menduduki tempat teratas dalam penjualan industri kosmetik. Dari mana obsesi itu bermula, dan apa makna sosial-politik berkulit putih di Indonesia? Bahkan jauh sebelum masuknya kolonialisme Barat, perempuan berkulit putih sudah dianggap sebagai ideal kecantikan, seperti …
Robin Dunbar is the world-renowned psychologist and author who famously discovered Dunbar's number: how our capacity for friendship is limited to around 150 people. In Friends, he looks at friendship in the round, at the way different types of friendship and family relationships intersect, or at the complex of psychological and behavioural mechanisms that underpin friendships and make them poss…
Bersama Plato di Palestina adalah campuran antara travelog intelektual dengan ajakan untuk mengintegrasikan filsafat ke dalam kehidupan pribadi dan publik kita. Melalui piranti praktis berfilsafat, Carlos Fraenkel mengajak pembaca berkeliling dunia menemui para mahasiswa Palestina dan Indonesia, kaum Yahudi Hasidik penyempal di New York, para remaja dari daerah kumuh di Brasil, dan keturunan pr…
Cerita-cerita lumbung … Lumbung sebagai metafor kolektivitas dan kebersamaan … tequio di Meksiko, auzolan di negeri Basque, andecha di Asturias, mutirăo di Brasil, ubuntu di berbagai negara Afrika, gadugi di suku Cherokee, talkoot di Finland, guanxi di Cina, atau fa’zaa dalam bahasa Arab … sesuatu yang mungkin sudah kita lalaikan, sesuatu yang perlu dipulihkan demi masa depan bersama. …
Keberadaan perkebunan besar didukung dengan klaim bahwa ia bisa mendatangkan kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat sekitar, bahwa ia efisien dan paling mampu mengolah tanaman komoditas yang tidak bisa dilakukan oleh petani desa. Namun benarkah demikian? Mengkaji struktur dan tata kelola dua perkebunan sawit di Kalimantan Barat —satu milik negara dan satu swasta—Tania Li dan Pujo Semedi men…
Dalam narasi sejarah yang populer di Indonesia, Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 lebih sering dipandang semata-mata sebagai kisah sukses Indonesia dalam menggelar sebuah konferensi tingkat dunia. Latar belakang yang kompleks dan perdebatan-perdebatan keras yang berlangsung antar pesertanya justru jarang ditampilkan. Buku ini bermaksud melihat KAA 1955 secara lebih kritis dan komprehensif de…