Buku tipis ini diterbitkan untuk memperingati 150 tahun kelahiran Alexandra Kollontai, seorang revolusioner Rusia, perempuan pertama di dunia yang ikut membentuk bagian pemerintahan sejak terciptanya negara-negara modern, juga seorang teoretikus Marxis yang mengulas perihal cinta dan hubungan seksual. Memadukan komitmen aktivisme dan kerja teoretis, Kollontai adalah sosok yang kompleks. N…
Politikus manakah di Indonesia yang tidak punya hasrat terpendam untuk bisa berkuasa secara mutlak tanpa direcoki oleh tetek-bengek aturan demokrasi dan gangguan kubu oposisi? Dalam satir politik kocak yang sudah diterjemahkan ke belasan bahasa ini, jurnalis Mikal Hem menguraikan kiat-kiat sukses untuk menjadi diktator, dari mulai cara mencurangi pemilu, memperkaya diri sendiri dan keluarga,…
Dalam narasi sejarah yang populer di Indonesia, Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 lebih sering dipandang semata-mata sebagai kisah sukses Indonesia dalam menggelar sebuah konferensi tingkat dunia. Latar belakang yang kompleks dan perdebatan-perdebatan keras yang berlangsung antar pesertanya justru jarang ditampilkan. Buku ini bermaksud melihat KAA 1955 secara lebih kritis dan komprehensif de…
Pada 1958, Sukarno menyatakan tegas penolakannya terhadap senjata nuklir: “Tjara agar kita tidak mengalami peperangan dunia peperangan atom ialah semua sendjata atom dilemparkan ke dalam laut dan djangan membuat sendjata atom lagi!” Namun memasuki 1965, pandangan Sukarno berubah drastis. Proyek riset nuklir di Indonesia yang awalnya digunakan untuk tujuan-tujuan non-militer kini tampak diarah…
Di saat perjuangan kemerdekaan Palestina saat ini lebih banyak di(salah)pahami sebagai perang agama, penting dan menarik untuk melihat hidup dan kiprah salah satu ikon pembebasan Palestina, Leila Khaled, sebagai cara untuk menyelami realitas kompleks perjuangan Palestina–mulai dari aksi-aksinya pada 1970an yang membawa sorotan dunia pada permasalahan Palestina, penentangannya terhadap kesepaka…
The Mentor, 9 Purnama di Sisi SBY bukan sekadar kisah pertemuan Merry Riana dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Ini adalah perjalanan batin yang penuh nilai, keteguhan, dan cinta. Dari Pacitan hingga Stanford, dari keheningan hingga sorak kemenangan, setiap purnama mengajarkan arti kepemimpinan sejati. Buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan—sebuah warisan hid…
Buku ini adalah hasil studi tentang tempat seorang pemimpin politik di Indonesia dengan basis kekuatan (politik) yang unik dan nonkonvensional: ilmu pengetahuan dan teknologi dengan munculnya basis kekuatan politik pada diri seseorang. Sesuai dengan itu, maka tujuan utama karya ini adalah mengelaborasi penjelasan hubungan kausal antara kedua variabel di atas. Dengan demikian, apa yang diharapka…
Nama Cheng Ho kini mulai familiar terdengar. Terlebih bagi mereka yang memiliki pertalian dengan agama Islam atau keturunan Tionghoa. Meski begitu, ada satu nilai kehidupan yang tercermin dari perjalanan hidup seorang anak manusia bernama asli Ma He ini, yang berlaku universal: damai. Ya, Cheng Ho dikenal sebagai seorang laksamana pada Dinasti Ming di Gna berkuasa. Armada yang dipimpinnya terbi…
Hamka yang dikenal oleh rakyat Indonesia adalah sosok ulama, Ketua MUI, penceramah, cendikiawan, dan banyak lainnya. Namun di balik itu, ia juga merupakan sosok anak yang merasakan banyak sakit hati di masa kecilnya. Perceraian orangtuanya, kerinduan pada ibunya dan hubungan yang tak mulus dengan sang ayah, berpengaruh banyak pada sikap dan kepribadian Hamka dewasa. Malik, nama kecilnya sebe…
Kartini adalah kontradiksi: ia cerdas sekaligus lemah hati. la menyerap ide masyarakat Barat tapi tak takluk pada adat. la feminis yang dicurigai. la dianggap terkooptasi oleh ide-ide kolonial. Tapi satu yang tak bisa dilupakan: ia inspirasi bagi gerakan nasionalisme di Tanah Air. Kartini menyuarakan perubahan. Ia membawa perjuangan perempuan pada fase yang baru, tidak sekadar menuntut pengaku…