Kisah-kisah di buku ini memperlihatkan kepada kita bagaimana kuasa bekerja dan bagaimana kekerasan dan kuasa dengan K besar bisa menjangkau sudut-sudut kehidupan paling pribadi. Pembaca bisa melihatnya bercerita tentang penjajahan, perang, kekerasan seksual, adat dan norma sosial, tapi ia juga bisa dibaca sebagai orang-orang menjalani kesehariannya, memiliki cinta dan mimpi, bersiasat dengan ha…
Di kota Aleppo, dari balkon apartemen mereka yang berseberangan, Noha dan Shirine saling memandang dan mencoba mereka-reka kehidupan satu sama lain, sambil tenggelam dalam kenangan dan kesedihan masing-masing. Kedua perempuan ini, dalam perangnya sendiri-sendiri, pernah percaya pada kebebasan dan janji pembebasan. Mereka kelak bertemu dalam hubungan unik yang ditautkan oleh solidaritas dan hara…
Buku tipis ini diterbitkan untuk memperingati 150 tahun kelahiran Alexandra Kollontai, seorang revolusioner Rusia, perempuan pertama di dunia yang ikut membentuk bagian pemerintahan sejak terciptanya negara-negara modern, juga seorang teoretikus Marxis yang mengulas perihal cinta dan hubungan seksual. Memadukan komitmen aktivisme dan kerja teoretis, Kollontai adalah sosok yang kompleks. N…
Selamat datang di Taman Tanpa Aturan, taman bermain yang dibuat untuk menanggapi keyakinan orang-orang dewasa bahwa bila tidak diatur, anak- anak akan berubah menjadi monster yang mengerikan. Benarkah? Lewat cerita-cerita mininya, Noor H. Dee membawa kita ke dunia main-main dan penuh warna dalam pikiran dan kegiatan anak-anak, sambil menyentil orang-orang dewasa yang telah berubah menjadi kaku…
“Dan jika dari tulisan itu ada yang tidak cocok bagi dirimu, tolong jangan kau anggap bahwa semua yang kutulis itu upayaku untuk mengeksploitasi kamu. Satu lagi, bila kau menganggap bahwa cerita itu belum usai, biarlah cerita itu selesai di pembaca. Kau mengatakan bahwa cerita itu belum menemukan akhir yang sempurna. Sempurna buat siapa? Apakah kau menginginkan ending yang berbeda? Boleh saja…
Dalam kumpulan yang tipis namun menyentuh ini, yang sebelumnya terlupakan tanpa pernah sama sekali diterbitkan, Najib Mahfuz mengajak pembaca memasuki kehidupan kampung urban di tengah hiruk pikuk kota besar Kairo, sebuah dunia orang-orang biasa yang sarat vitalitas, di mana yang kasat mata dan tidak kasat mata berkelindan, begitu juga tawa dan tangis, tarian dan kesunyian, nestapa dan harapan,…
“Jika hal lucu itu harus selalu diperoleh dari banyolan, pelecehan, atau satir terhadap sesuatu yang serius, maka unsur humor dalam cerpen-cerpen ini tidak termasuk dalam kategori itu. Cerita-cerita Gunawan Tri Atmodjo ini cerita biasa, tapi serius dalam berkelakar.” — M. Faizi, penyair dan cerpenis Tokoh-tokoh rekaan Gunawan Tri Atmodjo dalam kumpulan cerita ini adalah mereka yang berkubang…
Cerita-cerita lumbung … Lumbung sebagai metafor kolektivitas dan kebersamaan … tequio di Meksiko, auzolan di negeri Basque, andecha di Asturias, mutirão di Brasil, ubuntu di berbagai negara Afrika, gadugi di suku Cherokee, talkoot di Finland, guanxi di Cina, atau fa’zaa dalam bahasa Arab … sesuatu yang mungkin sudah kita lalaikan, sesuatu yang perlu dipulihkan demi masa depan bersama. …
Setelah Diana pulas, keharuan Ridho meledak. Mata pemuda itu berkaca-kaca. Ia menyadari dirinya sedang ada di dalam kereta, duduk disamping putri bungsu Kyainya. Ia baru saja meninggalkan pesantren. Ia dalam perjalanan pulang. Inilah hidup, tidak ada yang tetap selamanya. Ia tidak mungkin terus tinggal di pesantren jadi santri sepanjang hayatnya. Matahari terus berputar pada garis edarnya. Bumi…
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia men…