Buku berjudul "Sekolah Apa Ini?" merekam perjalanan gagasan dan praktik belajar dari SALAM (Sanggar Anak Alam). SALAM merupakan sebuah sanggar belajar alternatif yang terletak di pinggir Kota Yogyakarta. Sekolah ini terkenal karena menerapkan praktik pendidikan yang memerdekakan sejak tahun 2002, di mana proses belajarnya didasarkan pada konsep pendidikan jiwa merdeka yang digagas oleh Ki Hadja…
Imam al-Ghazali dalam buku ini mengulas pendidikan secara holistik dengan menyasar para guru dan murid sekaligus. Dengan pendidikan yang holistik, maka potensi-potensi yang dimiliki guru akan berkembang ke arah yang lebih baik. Potensi tersebut menyangkut aspek akademik-profesional maupun aspek emosional-spiritual. Sehingga, guru yang sehat secara mental-spiritual dengan sendirinya akan melahir…
Paling sedikit dua belas tahun waktu dihabiskan untuk bersekolah. Masa yang lama dan menjemukan jika sekadar mengisinya dengan duduk, mencatat, mendengarkan guru berceramah di depan kelas, dan sesekali bermain. Sekolah memang bisa mencetak seseorang menjadi pejabat, tetapi juga penjahat. Masihkah pantas sekolah mengakui diri sendiri sebagai pemeran tunggal yang mencerdaskan dan memanusiakan s…
Everett Reimer menyuarakan kritik tajam terhadap sistem pendidikan formal modern; menyatakan bahwa sekolah bukanlah sarana pembebas, melainkan institusi yang mengekang kebebasan berpikir, memperkuat ketimpangan sosial, dan membentuk manusia menjadi komoditas ekonomi. Ia berpendapat bahwa sekolah telah menjadi “agama sekuler” masyarakat industri, tempat status sosial ditentukan melalui sertifika…
Di dunia pendidikan, Paulo Freire melihat bagaimana orang kuat merendahkan masyarakat lemah melalui cara-cara halus, tetapi menindas. Melalui buku ini, Paulo Freire mengkritik keras model pendidikan “sistem bank barat” yang disebutnya sebagai alat penindasan. Sebagai gantinya, ia mengajukan konsep pendidikan “hadap masalah” yang disebutnya sebagai alat pembebasan. Metodologi Paulo Freire ini te…
Pendidikan telah mati! Kira-kira, begitulah pernyataan Postman yang menohok praktik-praktik pendidikan kita saat ini. Baginya, pendidikan di sekolah sangat konservatif karena sekolah lebih berperan sebagai tembok pembatas kreativitas para siswa daripada ruang yang lepas untuk pergerakan pikiran. Proses pendidikan di sekolah, menurut Postman, tampak sebagai sosok tak mengenal belas kasihan bagi …