Burhanudin Mohamad Diah (BM Diah), lahir di Kotaraja (sekarang Banda Aceh), 7 April 1917. BM Diah adalah pendiri dan pemimpin surat kabar Merdeka (surat kabar yang tergolong tua di Indonesia) yang dirintisnya sejak 1 Oktober 1945. Sebagai tokoh pers senior yang disegani dan pernah menjadi sekretaris pribadi tokoh pergerakan nasional, Douwes Dekker, ia mengawali kariernya di bidang jurnalistik s…
From Stonehenge to the Empire State Building, and from Angkor Wat to the Pyramids, this book surveys every continent to discover the most impressive, exotic and intriguing man-made wonders of the world. Arranged in order of longitude, and illustrated with over 100 spectacular photographs, maps and illustrations, 50 Wonders of the World reveals the awesome architectural achievements that man …
Do you ever wonder why the British drive on the left while everyone else in Europe drives on the right? Why Venice was built on man-made islands in a lagoon? Why some Canadians speak French and others English? When we started using pieces of paper to represent money? Well you need wonder no longer. "How it All Started" will take you on a fascinating journey to uncover the truth. The way we live…
Buku karya Takashi Shiraishi ini mengupas kemunculan pergerakan rakyat Indonesia selama awal hingga perempat abad ke-20. Aksi-aksi pergerakan yang terekspresikan melalui penerbitan surat kabar, karya sastra, pembentukan perkumpulan, rapat-rapat umum, dan demonstrasi menandai momen saat orang Indonesia mulai memandang dunia mereka secara baru. Politik Indonesia modern sekaligus cikal bakal nasio…
Pada 1958, Sukarno menyatakan tegas penolakannya terhadap senjata nuklir: “Tjara agar kita tidak mengalami peperangan dunia peperangan atom ialah semua sendjata atom dilemparkan ke dalam laut dan djangan membuat sendjata atom lagi!” Namun memasuki 1965, pandangan Sukarno berubah drastis. Proyek riset nuklir di Indonesia yang awalnya digunakan untuk tujuan-tujuan non-militer kini tampak diarah…
Datang sebagai juri pengganti untuk Festival Film International Pyongyang ke-8 pada tahun 2002, ternyata bukanlah film-film peserta festival itu yang menarik perhatian penulis buku ini, melainkan Kota Pyongyang itu itu sendiri, sebagai ibukota Republik Rakyat Demokratik Korea, negeri komunis ortodoks yang masih tersisa di muka bumi, yang lebih dikenal sebagai Korea Utara. Kota dan berbag…
Buku ini adalah hasil studi tentang tempat seorang pemimpin politik di Indonesia dengan basis kekuatan (politik) yang unik dan nonkonvensional: ilmu pengetahuan dan teknologi dengan munculnya basis kekuatan politik pada diri seseorang. Sesuai dengan itu, maka tujuan utama karya ini adalah mengelaborasi penjelasan hubungan kausal antara kedua variabel di atas. Dengan demikian, apa yang diharapka…
Buku ini mengajak seluruh anak bangsa melalui introspeksi menemukan kembali jati dirinya dan membangun karakternya agar secara bersama dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, anak bangsa harus mau dan mampu kembali ke fitrahnya dengan mengenali dirinya sendiri, menemukan kembali jati dirinya, membangun jati dirinya yang berarti membangun karakternya, dan secara bersama me…
Hidup di zaman edan gelap jiwa bingung pikiran turut edan hati tak tahan jika tidak turut betin merana dan penasaran tertindas dan kelaparan tapi janji Tuhan sudah pasti seuntung apapun orang yang lupa daratan lebih selamat orang yang menjaga kesadaran
Buku hasil kegiatan diskusi panel para ahli ekonomi kompas dan diskusi perekonomian indonesia kompas bekerja sama dengan Iluni FE-UI