Mun, putri tunggal juragan sawit merasakan keresahan perihal ayahnya. Dengan kekayaan yang melimpah, ayahnya belum juga mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membayar zakat. Ada saja alasan yang terlontar hingga Mun tidak lagi dapat mendebat ayahnya. Namun, Mun terus bersabar dan tidak lelah menasihati.rnrnSuatu ketika Kang Marno, teman ayahnya, datang menawarkan investasi sawit dan ingin men…