PERPUSTAKAAN AVICENNA JAGAKARSA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Anak Rantau

Fuadi, A - Nama Orang;

Novel ini menceritakan kisah seorang anak yang bernama Hepi yang tinggal diperantauan ayahnya yang bernama Martias laki laki kelahiran tanah Minang yang merantau ke kota Jakarta. Cerita ini berawal dari pembagian rapor di sekolah Hepi yang mana pada saat itu ayah hepi tengah megambil rapor ujian semester anaknya dan ia menemukan bahwa rapor itu kosong tanpa nilai segorespun melihat hal itu ayahnya geram sekali melihat Hepi yang awalnya ia mengetahui anaknya adalah anak yang pintar dan cukup berprestasi di sekolahnya namun kali ini apa yang ia dapatkan hanya rapor kosong yang tak terlulis di dalamya nilai segorespun. Karena ulah anaknya ini ia berencana untuk mengirim anaknya ke kampungnya di Sumatra Barat, dengan cara mengajak anaknya liburan ke sana Hepi pun menyetujui ajakan ayahnya untuk berlibur ke sana. Sesampainya ia dan ayahnya di sebuah kampung yang bernama kampung Durian di salah satu daerah di Sumatra Barat ia menikmati liburanya di sana dengan menikmati suasana pekampungan yang terletak di tepi danau Talago sambil ayahnya menceitakan kenangan masa kecilnya di kampung itu.rnrnNamun liburan tu bukan hanya sekedar liburan bagi Hepi namun ia harus menerima paksaan ayahnya untuk tinggal disana dan melanjutkan sekoalahnya disana, setelah dua minggu liburan dikampungnya Hepi ditinggalkan ayahnya untuk tinggal bersama Kakek dan Neneknya dengan cara yang menyakitkan hati Hepi ayahnya meniggalkan nya tanpa memberitahukan kepadanya dari peristiwa inilah ia mulai membenci ayahnya dan bertekad untuk mengupulkan uang sendiri dan akan membeli tiket pesawat untuk balik ke Jakarta sendiri.rnrnMulai saat itulah Hepi menjalani hidunya sebagai seorang anak rantau yang hidup di kampung yang mana susana nya sangat beda dengan di Jakarta ia menjalani kehidupanya itu dengan perasaan yang kcewa dengan apa yang sudah dilakukan ayahnya kepada nya. Hingga Hepi bertemu dua kawan yang menjadi sahabatnya disana yang bernama Attar dan Zen yang akan selalu menemani hidup Hepi di kampung itu dengan bermain bersama dan sekolah bersama. Dari dua orang temanya inilah Hepi mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan di kampung yang belum pernah ia rasakan Attar dan Zen memanggilnya anak Kota. Kehidupan hepi juga dipenuhi dengan ibadah ibadah yang selalu ia lakukan karena Kakeknya adalah seorang pengurus mesjid yang berada di dekat rumah Kakeknya dan dari Kakeknya jugalah Hepi belajar banyak tentang agama dn juga belajar azan dan mengaji.rnrnSeperti anak anak kampung biasanya Hepi mulai terbiasa dengan suasana barunya disana dengan bermain dengan anak anak disana setiap sorenya, namun dibalik kesengannya itu ia masih menyimpan dendam dengan ayahnya yang bakan dibalaskanya dengan membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu untuk pulang ke Jakarta sendiri dengan uangnya sendiri. Kerena ambisi itu ia gait mengumpulkan uang dengan bekerja dan menolong Kakekya mengurusi masjid. Hepi juga bekerja di warung sudara ayahnya yang bernama Mak tuo Ros, setiap pulang sekolah dan hari pekan Hepi selalu menolong Mak Tuo Ros melayani pengunjung warungnya. Namun hasil yang ia dapatkan dari bekerja di warung Mak Tuo Ros sangat kecil sekali ia meras akan lama sekali jika menunggu tabunganya penuh untuk membeli tiket pulang ke Jakarta, kemudian ia mendengar bahwa ada perantau dari Jakarta juga yang juga merupakan teman ayahnya yang bernama Bang Lenon yang membuka bisnis kerajianan tangan di Kampung Tanjung Duria. Hepipun tertarik untuk ikut bekerja dengan Bang Lenon.rnrnIapun datang ke tempat Banng Lenon dan mengatakan kepadanya bahwasanya ia ingin mencari uang untuk pulang ke Jakarta, Bang Lenon pun menerimanya untuk bekerja disana dengan tugas mengantarkan pesanan orang ke rumah nya namun pekerjaan inilah yang kelak akan membuat dirinya merasa sangat berdosa dengan apa yang telah ia lakukan. Penghasilanya selama bekerja dengan Bang Lenon lebih besar dari pada ia bekerja di Warung Mak Tuo Ros. Selain harus bekerja ia juga harus melanjutkan sekolahnya disana dengan harus menjadi anak Surau yang dikelola Kakeknya.rnrnPada suatu hari kampung Tanjung Durian digegerkan dengan pencurian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang misterius mereka mecuri kambing, perhiasan, dan hewan ternak lainya milik warga hingga mereka juga mencuri barang barang di surau milik Kakeknya Hepi. Melihat hal ini Hepi dan kawan kawanya geram sekali dan berencana untuk menjebak mereka dengan memancing mereka dengan dua ekor kambing milik orang tua Zen. Malamnya pun mereka melancarkan aksinya mereka meletakan kambing itu di batang mangga di dekat surau Gadang. Mereka mengintai pencuri itu dari rumah Kakek Hepi yang tak jauh dari lokasi kambing tersebut. Hingga tengah malam pencuri tersebut tak kunjung juga datang, setelah lama menunggu akhirnya Hepi mendengar ada suara langkah kaki orang yang mendekati kambing umpan itu. Ketika ia melihat kesana kambing itu sudah lenyap dengan cekatan Hepi mengejar kambing itu. Tiba di simpang kanpung Tanjung Durian Hepi berhasil menangkap pencuri itu dan melawanya dengan jurus silat yang ia pernah pelajari. Ketika ditanyai ternyata pencuri itu adalah Bang Noppen yang mana bekas pembantu Kakek Hepi di Surau Gadang, dan ia mengaku kehabisan uang untuk membeli narkoba karena ia sudah ketergantungan. Hepipun berpikir bahwa di kampungnya sudah terjaring narkoba dan dia juga berniat untuk menyelidikinya.rnrnSetelah beberapa hari Hepi dan teman temanya menyelidiki kasus narkoba di kampungnya ini ia pun mengetahui bahwasanya narkoba itu dijual oleh seseorang yang seelalu menggunakan perahu dan menjualnya ke para nelayan yang sedang beristirahat di keramba ikan mereka. Hepi dan teman temanya mengikuti kemana perahu itu bermuara dan ia pun mendapatkan bahwa orang itu tinggal di sebuah bangunan di tengah hutan yanga sangat terpencil. Saat ingin memesuki bangunan itu ia ditangkap oleh seseorang dan disekap di sebuah ruangan, dan ia mengetahui bahwa yang memiliki usaha haram itu adalah bang Lenon dan ia dan teman temanya akan dibunuh namun saat itu juga Kakeknya dan Pandeka Luko datang menyelamatkanya Hepi dan temanya pun selamat.


Ketersediaan
SMA01198813 FUA aMy Library (SMP-SMA Perpustakaan Avicenna Jagakarsa)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 FUA a
Penerbit
Jakarta : Falcon., 2018
Deskripsi Fisik
370 hlm,; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786026051493
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
A. Fuadi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN AVICENNA JAGAKARSA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Avicenna Digital Library Management System adalah 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Transformasi Digital BPS YPAP

Ditenagai oleh Tommy.H
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik